Thursday, April 22, 2021

Cerita Studi Komparasi Wisata di Bintan (Hari Terakhir) - Desa Wisata dan Kesimpulan

Yap, sampai juga. Ini merupakan hari terakhir dari agenda studi komparasi wisata di Bintan. Ada beberapa kegiatan hari ini yang "harus" kami ikuti sebelum menuju ke Batam untuk kembali pulang ke Natuna esok harinya. 

Setelah puas berenang di Crystal Lagoon, sarapan, dan check out dari The Anmon Hotel. Perjalanan kami teruskan ke Desa Wisata Ekang. Desa Wisata Ekang masih terletak di Teluk Sabong, namun bukan termasuk di dalam kawasan atau manajemen BRC. 

Salah satu tempat menginap di D'Bamboo Kamp Desa Wisata Ekang

Desa Wisata Ekang berkonsep alam dan lingkungan, sangat pas untuk mengisi liburan bersama keluarga. Desa wisata dengan luas sekitar 14 hektar yang menjadi desa wisata terbaik di Indonesia ini merupakan buah dari hasil kerjasama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna. 

Tempat menginap yang lain dengan konsep berbeda

Ada beberapa tipe kamar tempat menginap yang terdapat di desa wisata ini. Fasilitas lain yang terdapat di sini adalah kolam renang dan restoran yang terletak di dekat loby. Selain menginap, kita juga bisa melakukan aktifitas lainnya seperti berkebun, bermain bersama kelinci, berkuda, memancing, dan lain-lain.

https://desawisataekang.id/

Kawasan perkebunan Desa Wisata Ekang

Kami mengitari sebagian dari lokasi Desa Wisata yang kece ini, selanjutnya kami meneruskan perjalanan menuju Tanjungpinang untuk makan siang di Manabu Resto. Sebelum berpisah, kami mendapat berbagai cendera mata dari BRC, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga berharap kerjasama antara Pemkab dan BRC terus terjalin untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Kepri, khususnya Natuna dan Bintan.

Cekrek dulu sebelum berpisah, trims BRC...


-----------------------


Sebuah catatan :

Perjalanan selama kurang lebih tiga hari dalam rangka studi komparasi wisata di Bintan banyak memberikan pelajaran serta wawasan, terutama di bidang pariwisata. Dalam beberapa sisi, alam yang dimiliki oleh Bintan dan Natuna relatif sama, sehingga tidak menutup peluang wisata yang serupa bisa berkembang juga di Natuna.

Wisata Mangrove

Kebun Binatang Mini

Banyak tempat potensial yang bisa dijadikan desa wisata di Natuna, baik di dengan tema agrowisata, wisata bahari, maupun wisata alam. Hutan mangrove yang dimiliki Natuna juga sangat luas dan tersebar di beberapa pulau. Berbicara tentang kuliner, Natuna gudangnya makanan laut yang lezat dan kaya protein. Dan yang tak kalah penting adalah kebudayaannya, cerita rakyat, kesenian, dan lain-lain. 

Desa Wisata
Glamping

Semuanya bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Syaratnya adalah kolaborasi, kerjasama lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta serta melibatkan masyarakat lokal sebagai ujung tombak pengelolaan. Semoga pariwisata Natuna menjadi semakin baik kedepannya. Aamiin.


Cerita Studi Komparasi Wisata di Bintan, selesai.

Monday, April 19, 2021

Glamping Ala-ala di Anmol Hotel - Cerita Studi Komparasi Wisata di Bintan

Hari kedua dalam rangkaian Studi Komparasi Wisata di Kabupaten Bintan ini sungguh luar biasa. Sepuluh destinasi wisata super keren di kawasan terpadu BRC kami kunjungi dalam waktu kurang lebih 10 jam. Mulai dari sarapan di Pujasera hingga makan malam di Cassia Hotel sambil menikmati angin pantai dan sunset.

Setelah selesai santap malam, mobil membawa kami menuju kembali ke Chill Cove, tempat kolam renang terbesar se Asia Tenggara yang kami kunjungi pagi tadi. Selain terdapat kolam renang, wisata mangrove dan area outbond, kawasan Chill Cove juga terdapat 2 hotel dengan konsep unik dan menarik. Dan, kami akan menginap di salah satunya. 😁

The Anmon Hotel di malam hari

Anmon dan Natra, nama dua hotel dengan tema glamping tersebut. Glamping merupakan akronim dari glamour camping, konsep berkemah dengan didukung oleh fasilitas dan akomodasi yang memadai, begitulah kira-kira definisi glamping ini. Konsep glamping sudah mulai populer di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir. Menjadikan ia alternatif menginap ala kemah meski tak punya "skill" berkemah. 

Natra Hotel lebih dahulu beroperasi, dulu bernama The  Canopy Bintan. Baru pada 1 agustus 2019, ia berubah nama menjadi Natra yang terinspirasi dari bahasa arab. Sementara Anmon baru saja beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.

Oleh pihak BRC, kami diinapkan di The Anmon Hotel. Baik Natra maupun Anmol sama-sama mengusung konsep glamping yang berpadu dengan alam. Semuanya wah. Bedanya hanya dibentuk tenda saja menurut saya. Natra Bintan memiliki tenda yang lebih besar dan lebar, sementara The Anmon bentuk tendanya lebih kecil dan mengerucut khas tenda suku indian atau perkemahan di padang pasir. 

Foto bareng pak Imam (baru biru paling kiri), dan mbak Putri (tiga dari kiri),
LO yang sudah menemani kami selama 2 hari ini

Di tempat check in, terdapat restoran yang kece abis, lobby hotel juga dikemas dengan modern sehingga sangat cocok untuk hanya sekedar nongkrong. Proses check in sudah selesai, sebelum kami diantar menuju kamar, kami berfoto dulu dengan LO yang sudah menemani kami dari kemarin hingga hari ini. Sebab, agenda besok hingga lusa akan berganti LO. Terimakasih banyak mbak Putri dan pak Imam sudah mau menemani kami jalan-jalan di Bintan. 😀 

Kami diantar menuju kamar masing-masing. Saya mendapat kamar no 106. Kamar dengan bentuk khas tenda khas gurun pasir ini begitu tampak sederhana dari luar. Dibaluti "kain" putih berbentuk kerucut dengan teras kecil di depannya. Hal yang kontras saat saya masuk ke dalam, fasilitas hotel yang mewah lengkap dengan kamar mandinya beserta perlengkapan lainnya. Yap, jadi inilah dia glamping itu ya, ternyata. Saya berberes-beres sebentar, setelah seharian berada di luar badan ini meminta haknya untuk dibersihkan. Setelah berberes-beres, mandi, dan sejenak beristirahat. Saya mencoba mengitari komplek "tenda" mewah ini.

Anmon menerapkan tema gurun pasir, pasir putih ala-ala gurun, hingga tanaman kaktus dan pohon palm terdapat di area komplek kemah. Lampu pelita di tepi-tepi jalan membuat malam semakin syahdu, lengkap dengan kilauan bintang di langit. Tamu-tamu lain yang menginap mengadakan acara "api unggun", barbaque-an di sekitar kemah. Ada alun-alun kecil tempat berkumpul di luar tenda. 

Saya tak meneruskan untuk sksplor lebih jauh Anmon ini, dikarenakan hari semakin larut dan letih di badan masih tersisa setelah seharian berkegiatan. Saya kembali ke kamar dan beristirahat. Di dalam kamar, kita juga masih bisa melihat bintang-bintang, karena atap kamar hotel bisa dibuka-tutup.

--------

Pagi harinya saya bangun agak kesiangan. Cepat-cepat keluar tenda untuk menikmati udara pagi di sekitaran kemah. Tak lama di luar, lalu kembali masik ke kamar untuk ambil perlengkapan, berenang di crytal lagoon. 😆

Hanya ada beberapa orang saja yang sedang berenang pagi ini, termasuk saya dan bang Jono. Sementara buk Kasi, pak Kabid dan pak Kadis sudah lebih dahulu jalan-jalan pagi di sekitaran kemah dan kolam. Segar rasanya berenang di kolam yang berasal dari air laut hasil penyulingan ini, kolamnya yang begitu luas serasa sedang berenang di laut sungguhan.

Basah-basah, pagi-pagi

Namun saya tak bisa berlama-lama karena agenda berikutnya sudah menunggu. Saya langsung bergegas kembali ke kamar, berbilas dan bersiap-siap. Di ruang tamu kamar sudah tersedia sarapan. Sarapan di Anmon modelnya diantar ke kamar, tak seperti hotel kebanyakan yang menyajikan prasmanan di hotel. Makan untuk sarapan dan lain-lainnya juga dipesan saat kita akan check in. Lalu keesokan harinya barulah makanan diantar, seperti itu. 

Beres-beres sudah, sarapanpun sudah, selanjutnya adalah kembali menuju lobby, dan check out. Lalu melanjutkan ke agenda berikutnya.

Biar kayak orang-orang

Check ouuuuut

Thank you, The Anmon Hotel for the great experience.


Refrensi :
https://www.bintan-resorts.com/resorts/anmon/


Tuesday, April 13, 2021

Cerita Studi Komparasi Wisata di Bintan - Kebun Binatang dan Rumah Imaji

Kami bagaikan artis hari ini, agenda dari pagi hingga siang ini sangatlah padat. Tak kurang dari tujuh tempat wisata yang sudah kami kunjungi pada giat studi komparasi wisata di Kabupaten Bintan ini. Setelah berkeliling-keliling kawasan Chill Cove di Treasure Bay, kami melanjutkan jalan-jalan wisata kami ke Safari Lagoi & Eco Farm. Safari Lagoi & Eco Farm merupakan kebun binatang dan lahan perkebunan yang menjadi bagian kawasan wisata terpadu Bintan Resort.

Safari Lagoi, Foto dulu coy!

Ada beragam koleksi satwa yang ada di sini. Rata-rata satwa yang berada di sini merupakan satwa yang membutuhkan perawatan dan rehabilitasi dan kemungkinan bertahan hidup kecil jika ia dilepaskan ke alam liar. Beberapa satwa disini juga merupakan satwa yang terselamatkan dari perdagangan hewan dan pasar daging hewan ilegal. Di sini, kita bisa melihat kelinci yang imut-imut, rusa, kuda, beruang madu, buaya, beragam jenis ular, harimau, beragam jenis primata, ragam jenis reptil, burung, hingga unggas. Aktifitas yang bisa kita lakukan adalah memberi makan satwa, dan ada juga paket wisata bermain bersama gajah.
 
 
 
Selain satwa, kita juga bisa menikmati kawasan perkebunan dan taman-taman bunga yang indah. Ada beberapa jenis bunga yang tersedia di Safari Lagoi & Eco Farm ini. Selain itu, kebun-kebun tanaman tropis juga bisa kita dapati. Semuanya tersusun rapi dan indah. Dan tentunya dengan spot foto yang instagramable untuk mengisi feed mu. 

Kebun bunga di depan pintu masuk
 
Berwisata di Safari Lagoi & Eco Farm merupakan wisata edukasi yang menarik, ada papan informasi yang informatif yang bisa menambah pengetahuan tentang satwa dan tumbuhan yang ada. Selain itu, di sini kita "dididik" untuk bisa melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati yang merupakan warisan alam besar yang dimiliki Indonesia. Jadi kita semua bisa terlibat, tak hanya menjadi tugas pemerintah saja.
Numpang eksis di Lagoi Bay
 
Setelah dari Safari Lagoi & Eco Farm, perjalanan kami berlanjut ke Lagoi Bay untuk makan siang. Tak jauh perjalanan dari Safari Lagoi & Eco Farm menuju Lagoi Bay. Setelah tiba kami disuguhi oleh makanan lezat yang membuat isi perut meronta-meronta. Setelah menuntaskan jatah si perut, dan rehat sejenak. Kami meneruskan perjalanan ke Rumah Imaji yang letaknya masih di kawasan Lagoi Bay. Rumah Imaji merupakan studio foto yang memainkan ilusi optik kita. Ada "rumah terbalik" dan foto-foto 3 dimensi yang super kece! 
 
cosplay cicak
 
Sebelum masuk ke studio, kita harus melepas alas kaki dan dimasukkan ke dalam godie bag berwarna oren yang disediakan oleh pengelola. Pintu masuk rumah imaji berbentuk bagian depan dari rumah melayu. Masuk ke dalamnya, langsung berada di area rumah terbalik. Ada ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi yang semuanya serba terbalik. Selanjutnya kami memasuki studio foto tiga dimensi. Ada banyak spot foto dengan berbagai tema di sini. Mulai dari tema mangrove, tema melayu, hingga tema-tema lain yang instagramable tentunya.
 

 
Setelah puas berfoto ria, kami melanjutkan perjalanan ke Bintan Ria Golf, sebuah tempat golf yang memiliki banyak fasilitas, mulai dari tempat karaoke, spa, meeting room, dan lodge (hotel). Tak lama kami berada di sini, karena sudah mulai tamak aghi (sudah mau malam). Kami melanjutkan perjalanan ke Cassia Hotel, singgah sebentar untuk makan malam sambil menikmati pantai dan sunset di bagian utara pulau Bintan ini.




Masih berlanjut, yew.........