Saturday, October 1, 2022

Cerita Tentang Tenis Lapangan : Dari Olahraga Telapak Tangan Hingga Favorit Para Bangsawan

Pensiunnya Roger Federer beberapa waktu lalu membuat "gempar" para penikmat olahraga dunia, terutama penggemar tenis lapangan. Pecinta olahraga mana yang tak kenal dia. Sang Master, The King, The GOAT, serta banyak gelar dan julukan lain yang disematkan pada pria berkebangsaan Swiss tersebut. Legenda Tenis Lapangan ini telah membuat orang banyak jatuh cinta pada tenis lapangan, olahraga yang telah membesarkan namanya.
Roger Federed (via scotsman(dot)com)
Laver Cup 2022 kemarin menjadi pertandingan resmi ATPnya yang terakhir. ATP (Association of Tennis Professionals) merupakan wadah perkumpulan para petenis profesional berkumpul. Roger Federer yang berada dalam tim Eropa berduet dengan rival sekaligus sahabatnya, Rafael Nadal. Meski tak menang, namun pertandingan itu menjadi sangat emosional. The last dance, begitu para fans menyebutnya.

Tenis Lapangan (atau familiar dengan sebutan tenis) merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Data world atlas menempatkan tenis sebagai olahraga favorit nomor 4 dunia dengan 1 miliar orang penggemar. Tapi sebelum mengulik lebih jauh, mari kita cari tau seluk beluk tentang olahraga populer ini.

Apa itu Tenis Lapangan?
Meski sudah begitu populer, namun tak ada salahnya kita menjelaskan secara singkat mengenai olahraga ini. Kali aja ada yang belum tahu, ye kan? Tenis Lapangan merupakan olahraga yang menggunakan raket dan bola kecil (kami masyarakat Natuna menyebutnya dengan bola kasti) sebagai alat permainannya, permainan ini dimainkan di lapangan berukuran persegi panjang dan dipisahkan dengan net setinggi kurang lebih satu meter yang melintang di tengah-tengah lapangan.
Tenis Lapangan (via thredbo(dot)com(dot)au)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Tenis Lapangan adalah permainan yang menggunakan bola (sebesar kepalan) sebagai benda yang dipukul dan raket sebagai pemukulnya, dimainkan oleh dua pemain (dua pasang), di lapangan yang dibatasi oleh jaring setinggi kira-kira satu meter. Sementara itu pengertian tenis lapangan atau lawn tennis menurut Encyclopedia Britannica adalah permainan di mana dua pemain berlawanan (tunggal) atau pasangan (ganda) menggunakan raket yang diikat dengan kencang untuk memukul bola dengan ukuran, berat, dan memantul di atas jaring (net) di lapangan berbentuk persegi panjang.

Sejarah Tenis Lapangan
Sejarah tenis lapangan menurut laman tennistheme sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Para peneliti olahraga menemukan bukti-bukti bahwa cikal bakal permainan tenis lapangan sudah dimainkan sejak zaman Yunani Kuno.

Lalu dikembangkan menjadi permainan bola tangan yang berkembang di Prancis pada abad 12 dengan sebutan "paume" yang berarti telapak tangan. Dalam beberapa tahun, "paume" menjelma menjadi "jeu de paume" yang berarti permainan telapak tangan. Permainan ini pertama kali dibuat oleh para biarawan Eropa sebagai hiburan pada acara resmi. Awalnya bola dipukul dengan tangan, lalu berinovasi dengan sarung tangan kulit. Sarung tangan kulit ini berganti dengan pegangan adaptif agar menjadi efektif saat memukul dan servis bola. Ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya raket tenis. Tak hanya raket, bola tenis dalam sejarahnya juga mengalami berbagai perkembangan. Bola tenis pertama terbuat dari kayu, lalu berkembang dengan diisi bahan selulosa agar mudah untuk memantul.
Cikal Bakal Permainan Tenis (via tennistheme(dot)com)
Permainan ini menjadi populer di kalangan biarawan selama abad 14. Meski gereja induk kecewa, namun permainan ini berkembang dan menyebar, serta menjadi populer di Eropa. Terlebih lagi permainan ini diadopsi oleh keluarga kerajaan.

Salah satu raja yang 'gila' akan permainan ini adalah Raja Prancis Louis X, ia menjadi orang pertama yang membangun arena permainan ini di dalam ruangan (indoor) dengan gaya modern, ini dilakukan karena sang Raja tidak suka main di luar. Desain lapangannya menjadi acuan dan menyebar di seluruh istana Kerajaan di Eropa. 
Raja Prancis Louis X, via theeuropeanmiddleages(dot)com
Namun sayang, pada bulan Juni 1316, Raja Louis X meninggal setelah bermain "jeu de paume". Beberapa sumber menyebutkan ia meninggal karena kelelahan karena setelah pertandingan yang melelahkan ia meminum banyak anggur dingin yang menyebabkab radang paru-paru, ada pula yang beranggapan bahwa ia diracun. Namun, kematian Raja Prancis ini tak meredam popularitas permainan tenis, permainan ini terus berkembang.

Selama abad 16 hingga 18, permainan jeu de paume mendapat perhatian oleh para Raja dan Bangsawan. Para pemain Prancis akan memulai permainan ini dengan meneriakkan kata Tenez! yang berarti Mainkan! Dan inilah awal dari kata Tenis berasal. Beberapa juga menyebutnya dengan real tennis dan royal tennis.

Abad 16 juga menandakan dimulainya perkembangan olahraga tenis dengan masif. Pada tahun 1530an, Raja Inggris Henry VIII membangun lapangan tenis di Hampton Court Palace. Selang setengah abad berikutnya, yaitu sekitar tahun 1583, raket tenis pertama dibuat dan dikenalkan di Italia.
Hampton Cort Palace (via pinterest(dot)co(dot)uk)
Dalam literatur lain menyebutkan, kata tenis berasal dari sebuah tempat di tepi sungai Nil bernama Tinnis. Pada sumber yang sama juga menyebutkan asal kata raket berasal dari rahat (bahasa Arab yang berarti telapak tangan).
Tenis semakin berkembang pada abad 19. Pada tahun 1870, di distrik Wimbledon didirikan All England Croquet Club. Pada masa ini, olahraga tenis masih merupakan permainan dalam ruangan yang dimainkan orang-orang kaya. Seiring berjalannya waktu All England Croquet Club berubah menjadi All England Tennis and Croquet Club dan menjadi klub tenis pertama di dunia.
Permainan Tenis di dalam ruangan, via tennistheme 
Tahun 1873, seorang bernama Mayor Walter Wingfield menciptakan versi tenis yang bisa dimainkan di luar ruangan di halaman rumput. Permainan itu disebut 'Sphairistike' (bahasa Yunani yang berarti "bermain bola") dan pertama kali memperkenalkannya ke Wales (UK). Permainan ini dimainkan dengan waktu yang ditunjukkan pada jam pasir di halaman rumput Manor House oleh orang-orang kaya Inggris, tempat dimana tenis dewasa ini berkembang.

Wingfield menjelaskan permainan Sphairistike yakni pada sebuah tempat dengan dua tiang, jaring, raket, dan bola karet India, ditambah dengan peraturan-peraturan permainan. Pada masa ini, Wingfield sudah memulai memainkan tenis modern. Seiring berjalannya waktu, penyebutan Lawn Tennis (tenis rumput) dipilih untuk digunakan dari pada Sphairistike, dan Wingfield mulai mengganti sebutan olahraga itu dengan lawn tennis.
Wingfield dan ilustrasi permainan sphairistike
Penggunaan kata Lawn Tennis (Tenis Rumput) masih terus digunakan meski dewasa ini lapangan tenis sudah mulai bervariasi. Organisasi Tenis Internasional juga mengawali namanya dengan ILTF (International Lawn Tennis Federation) dan berganti menjadi ITF (International Tennis Federation). Penggunaan kata Lawn Tennis juga sampai ke Indonesia, organisasi induk tenis Indonesia hingga detik ini masih bernama PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia), baik sejarah ITF dan PELTI akan kita bahas kemudian, ok!



Sumber:
https://www.tennistheme.com/tennishistory.html
https://deepublishstore.com/materi/tenis-lapangan/
https://bobo.grid.id/