Friday, November 9, 2018

Ini Dia Beberapa Geopark yang Ada di Indonesia, 4 Diantaranya Diakui Dunia.

Bahasan kita masih diseputaran Geopark ya. Entah kenapa excited sekali saya membahas yang satu ini, mungkin karena ada kaitannya dengan ilmu yang pernah saya pelajari dulu waktu kuliah, meskipun hanya sedikit. Lagi pula, jujur, Geopark ini merupakan istilah baru bagi saya yang menyukai hal-hal baru.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Geopark (taman bumi) merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan suatu kawasan secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity) yang dikemas sedemikian rupa dengan salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi lokal lewat geowisata. Geopark ini berawal dari organisasi non-profit di Eropa (Europe Geopark Network - EGN) hingga jadi program dari organisasi dunia UNESCO-PBB yang diberi nama GGN (Global Geopark Network) atau Jaringan Geopark Dunia. Kini GGN UNESCO telah memiliki ratusan Geopark terdaftar yang tersebar di seluruh dunia. Geopark terbanyak berada di Republik Rakyat Tiongkok.

Untuk menjadi bagian dari Jaringan Geopark Dunia harus memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh UNESCO, diantaranya adalah kawasan tersebut sudah masuk dalam Jaringan Geopark di negaranya dengan memiliki batas-batas yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dengan jelas dan memiliki kawasan yang cukup luas untuk pembangunan ekonomi lokal serta minimal ada tiga kegiatan yang berlangsung yaitu konservasi, pendidikan, dan geowisata. Syarat-syarat lainnya adalah pengenalan geopark melalui pendidikan ke sekolah-sekolah sudah harus dila­kukan secara merata kepada masyarakat di sekitar Kawasan Geopark. Panel informasi-edukasi harus sudah terpasang di sejumlah lokasi baik di geo-area maupun di geosite. Pe­masaran dan konsep promosi yang berskala internasional. Jika semua persyaratan terpenuhi, pemerintah akan mengajukan kawasan ini kepada UNESCO untuk dimasukkan dalam daftar Jaringan Geopark Dunia. Selanjutnya, pada pertemuan rutin yang diadakan oleh UNESCO setiap tahunnya, barulah akan diumumkan suatu wilayah yang diajukan layak atau tidak masuk ke dalam Jaringan Geopark Dunia (Global Geopark Network).

Selain memiliki alam yang indah, masing-masing daerah di Indonesia juga memiliki ragam peristiwa geologi yang menarik untuk dipelajari. Kekayaan sumber daya alam yang tersimpan di perut bumi pertiwi ini merupakan salah satu kekayaan dari peristiwa geologi yang bisa kita nikmati. Didukung pula dengan beragam seni dan budaya serta sejarah yang melekat ditiap-tiap daerahnya. Dasar ini pulalah yang pemerintah jadikan dasar untuk terus mendukung daerah-daerahnya agar masuk dalam daftar GGN UNESCO. 

Salah satu keuntungan masuknya daerah dalam Jaringan Geopark Dunia adalah terjaganya kelestarian situs hingga peningkatan kunjungan wisata sehingga berdampak pada ekonomi warga setempat. Karena UNESCO juga akan ikut mempromosikan geopark yang masuk dalam daftar GGN nya sebagai destinasi yang sudah bertaraf internasional. Serta, memberikan standar-standar untuk menjaga dan merawat geoparknya.
Komite Nasional Geopark Indonesia
Indonesia memiliki banyak taman bumi atau Geopark yang tergabung dalam Indonesia Geopark Network (IGN) atau Jaringan Geopark Indonesia. Websitenya adalah geoparks.or.id yang langsung dikelola oleh Komite Nasional Geopark Indonesia, sebuah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkornisasi berbagai lembaga pemerintahan baik pusat, provinsi maupun daerah serta pemangku kepentingan dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasan Geopark. Bahkan, empat Geopark yang ada di Indonesia sudah diakui keberadaannya oleh GGN UNESCO. Berikut kita ulas secara singkat daftar Geopark yang ada di Indonesia.

1. Gunung Batur (Bali)
Geopark Gunung Batur terletak di provinsi Bali. Dan ini merupakan Geopark pertama Indonesia yang masuk dalam daftar GGN UNESCO. GGN UNESCO menetapkan kawasan Gunung Batur sebagai bagian dari Jaringan Geopark Dunia dalam pertemuan The 11th European Geoparks Conference yang diadakan di Arouca, Portugal, pada 19 –21 September 2012 lalu. Bali sangat kental dengan adat dan budayanya, didukung oleh alam indah dengan fenomena geologi yang menawan, sangat wajar bila Gunung Batur menjadi geopark pertama Indonesia yang diakui dunia.
Geopark Batur, via google
2. Gunung Sewu (Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur)
Geopark Gunung Sewu merupakan bentangan pegunungan Karst yang terbentang di tiga provinsi di wilayah selatan pulau Jawa. Ia adalah Gunung Kidul (DIY), Pacitan (Jawa Timur), dan Wonogiri (Jawa Tengah). Kawasan Gunung Kidul memang menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa ilmu kebumian baik dari kampus sekitaran Jogja maupun di luar Jogja, gejala-gejala geologi seperti singkapan lapisan batuan sedimen, batuan beku, gunung api purba, aliran sungai purba hingga sungai bawah tanah bisa kita temui di sini. Gunung Sewu masuk dalam daftar GGN UNESCO pada tahun 2015 dalam The 14th Asia-Pacific Geoparks Network San’in Kaigan Symposium, yang berlangsung pada 15-20 September 2015 di Tottory City, Jepang.
Gunung Sewu Global Geopark, gambar : google

3. Ciletuh Pelabuhanratu (Jawa Barat)
Kawasan Geopark Ciletuh Pelabuhanratu terletak di Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan Geopark ini terdiri dari beberapa air terjun, gunung, sungai hingga pantai. Ciletuh ditetapkan sebagai Geopark UNESCO dalam sidang Executive Board UNESCO ke-204 di Prancis pada april 2018 lalu. Geopark Ciletuh juga merupakan tempat Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng yang berfungsi sebagai area perlindungan untuk satwa liar yang dilindungi yaitu penyu (Chelonia mydas dan CheloniaImbricata), Banteng (Bosjavanicus), dan menjangan (Muntiacus muntjak). Selain itu juga di jumpai hewan lainnya seperti Macan tutul, Raptor (elang laut, elang ularbido, dan elang brontok), Surili, Julang emas dan Rangkong badak, Owa Jawa, Lutung Jawa, Kera ekor panjang; Babi hutan, Musang, Tupai, Biawak, Ular, Ayam hutan, dan aneka jenis burung. Di kawasan ini didiami oleh masyarakat dengan budaya sunda yang melekat erat serta tradisi-tradisi dan acara-acara rakyat.
Geopark Ciletuh Pelabuanratu, gambar : google
4. Rinjani (NTB)
Sama halnya dengan Ciletuh, Geopark Rinjani yang berada di pulau Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga ditetapkan sebagai Geopark Dunia dalam sidang Executive Board UNESCO ke-204 di Prancis pada april 2018 lalu. Siapa yang tidak kenal Rinjani, gunung api aktif milik provinsi NTB ini memiliki segudang keindahan alam serta sejarah dan geologi yang kuat dan mendalam. Kawasan Geopark Rinjani ini mencakup separuh bagian pulau lombok bagian utara (Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur). Tradisi Ngayu-ayu Tirta di Lembah Sembalun, tradisi Mulang Pekelem di danau Segara Anak, Kampung Tradisional Sembalun dan situs-situs lainnya yang lahir dari kebudayaan setempat seperti Masjid Beleq Bayan, Masjid Kuno Gumantar merupakan bagian dari budaya (culturaldiversity) yang bisa kita temui di kawasan geopark ini.
Rinjani Geopark, via google
5. Kaldera Toba (Sumatera Utara)
Geopark Kaldera Toba terletak di provinsi Sumatera Utara. Geopark inilah yang sedang diusahakan oleh tim dan pemerintah Indonesia agar masuk dalam GGN UNESCO. Sebelumnya Kaldera Toba berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Nomor: 20/KEP/D.PDP/III/2012 tanggal 25 Maret 2012 telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional Indonesia. Kaldera Toba merupakan suatu gejala geologi terdahsyat yang pernah tercatat. Toba pada puluhan ribu tahun yang lalu merupakan sebuah gunung api aktif, peneliti menyebutnya Toba Supervolcano, dan kemudian mengalami erupsi besar-besaran pada 74.000 tahun yang hingga mempengaruhi iklim dunia, menyebabkan kepunahan makhluk hidup pada zamannya. Setelah memuntahkan apa yang ada didalamnya, terbentuklah cekungan besar yang disebut kaldera hingga menjadi danau toba seperti sekarang ini. 
Kaldera Toba Geopark, via google

6. Merangin (Jambi)
Kawasan Geopark Merangin terletak di provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Merangin, disebelah barat sejauh kurang-lebih 280an km dari kota Jambi. Geopark yang terdiri singkapan bebatuan disepanjang sungai, ada juga air terjun dan goa ini sudah ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada tahun 2010 lalu. Lalu pada 2014 sudah diajukan untuk masuk dalam GGN UNESCO namun ditolak karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap, tahun berikutnya pada 2015 Geopark Merangin kembali diajukan ke UNESCO dan belum mendapat jawaban hingga saat ini.
Geopark Merangin, via google


7. Belitong (Bangka Belitung)
Geopark Belitong terletak di provinsi Bangka Belitung, tersebar di kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Kawasan Geopark ini hampir mirip dengan kawasan Geopark Natuna yang baru akan diajukan. Hamparan pantai indah, beserta batuan granit berusia jutaan tahun menjadi unggulan di kawasan geopark ini. Ada juga lokasi bekas tambang timah. Belitung yang merupakan jalur timah purba sampai saat ini merupakan daerah penghasil timah nasional yang dikelola oleh PT. Timah. Belitung ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada November 2017 oleh Kemenko Maritim dalam seminar Nasional Geopark.
Geopark Belitong, sumber gambar : google

8. Raja Ampat (Papua Barat)
Raja Ampat dikenal sebagai kawasan wisata baru Indonesia sejak beberapa tahun silam. Terletak di Kabupaten Raja Ampat provinsi Papua Barat dengan ibukotanya adalah Waisai. Keindahan alam Raja Ampat dengan 610 pulaunya serta ragam budaya dan khasnya menjadikan wilayah Raja Ampat memenuhi persyaratan untuk ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional pada tahun 2017 oleh Kemenko Maritim dalam seminar Nasional Geopark Belitung pada november 2017.
Geopark Raja Ampat, gambar : google
9. Tambora (Nusa Tenggara Barat)
Geopark Tambora juga termasuk dalam "lima serangkai" geopark nasional yang ditetapkan oleh Kemenko Maritim pada november 2017 lalu. Dengan begini, NTB memiliki 2 geopark yang salah satunya sudah diakui oleh UNESCO. Tambora merupakan gunung yang berada di pulau Sumbawa provinsi NTB, gunung yang berlubang ditengahnya ini merupakan hasil letusan dahsyat gunung api Tambora pada masa lampau yang biasa disebut dengan kaldera. Letusan dahsyat yang pernah terekam sejarah ini terdengar hingga Batavia (Jakarta), Bangka dan Makassar yang jaraknya ribuan km dari pusat letusan. Juga menyebabkan beberapa kepunahan makhluk hidup bahkan budaya. Bahkan efek dari letusan gunung Tambora ini sampai hingga perubahan iklim di Eropa.
Geopark Tambora, via google

10. Maros Pangkep (Sulawesi Selatan)
Kawasan Maros Pangkep ini lebih dikenal dengan daerah karst dan memiliki sinkhole yang besar. Selain itu, geopark yang masuk dalam wilayah provinsi Sulawesi Selatan ini juga merupakan rumah bagi beberapa flora dan fauna, salah satunya adalah beragam jenis kupu-kupu sehingga disebut dengan Kingdom of Butterfly. Gua-gua karst yang ada juga menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia prasejarah. Maros Pangkep termasuk dalam "lima serangkai" kawasan yang ditetapkan menjadi geoparks Nasional pada seminar nasional di Belitung dengan predikat nilai C yang berarti lulus dengan beberapa rekomendasi.
Geopark Maros - Pangkep, via google

11. Bojonegoro (Jawa Timur)
Geopark Bojonegoro yang terletak di Jawa Timur ini memiliki keunikan fenomena geologi yakni batuan reservoir yang termasuk dangkal, berkisar antara 100 meter di bawah permukaan tanah. Ini menjadikan wilayah Bojonegoro menjadi lapangan minyak terdangkal di Indonesia. Saat saya kuliah dahulu, Bojonegoro merupakan "area wajib" untuk didatangi saat kuliah ataupun study lapangan. Singkapan-singkapan batuan yang ada mewakili petroleum system, terdapat juga kawasan antiklin di daera Kawengan, serta jejak-jejak fosil banyak ditemukan di geopark ini. Selain itu, ada juga suku yang dikenal dengan Masyarakat Samin. Ini merupakan keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap belanda dalam bentuk lain diluar kekerasan. Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala aturan yang dibuat pemerintah kolonial. Kawasan Bojonegoro ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada november 2017 dengan nilai D, artinya ada beberapa hal yang harus dipenuhi, untuk tahun depan ditinjau kembali.

Geopark Bojonegoro, via google
Itu dia daftar Geopark / Taman Bumi yang ada di Indonesia dimana empatnya sudah diakui oleh UNESCO. Sementara Taman Bumi yang masuk dalam Jaringan Geopark Nasional Indonesia ada tujuh geopark daerah yang sudah bersertifikat Nasional, dua dari tujuh geopark (Kaldera Toba dan Merangin) tersebut sedang dalam proses pengajuan untuk didaftarkan masuk dalam Jaringan Geopark Dunia, bahkan Geopark Belitung yang baru diangkat menjadi Geopark Nasional pada 2017 lalu juga mendapat perhatian khusus pemerintah untuk diajukan menjadi Geopark Global. Sementara Indonesia memiliki puluhan situs geoheritage yang berpotensi untuk menjadi Geopark Nasional. Termasuk Natuna.
Potensi Geopark di Indonesia
 






sumber :
http://www.geoparks.or.id/id/
https://alamendah.org/2012/09/25/gunung-batur-bali-geopark-pertama-di-indonesia/
https://travel.detik.com/travel-news/d-3976588/bangga-indonesia-kini-punya-4-unesco-global-geopark
http://www.unesco.org/new/en/natural-sciences/environment/earth-sciences/unesco-global-geoparks/list-of-unesco-global-geoparks/indonesia/ 
https://djangki.wordpress.com/2016/02/12/geopark-merangin-dari-jambi-untuk-dunia/ 
http://scalatoba.blogspot.com/2017/04/mengenal-geopark-nasional-kaldera-toba.html
https://kwriu.kemdikbud.go.id/berita/5-destinasi-sabet-gelar-taman-nasional-geopark-di-indonesia/

9 comments:

  1. salah satu impian aku yang belum kesampaian geopark merangin di jambi padahal dulu lama di sana

    ReplyDelete
  2. Aku pengen sekali ke tempat seperti ini. Beda rasanya, ya, kalau mendekat dengan alam.

    ReplyDelete
  3. Bagus sekali ini untuk menambah pengetahuan anak...

    ReplyDelete
  4. Beruntung kita tinggal di Indonesia yang mempunyai keanekaragaman baik budaya maupun alamnya. Tulisan ini sangat menambah wawasan, makasih infonya.

    ReplyDelete
  5. Eh aku kudet banget ya, baru tau tentang Geopark Bojonegoro. Ntar kapan-kapan pengen kesana ah. Mumpung masih di Jawa Timur. Makasih infonya yaaa

    ReplyDelete
  6. Tempat hijau, adem, sejuk..suka banget..baru tau ada juga di Bojonegoro. Nice info kak.

    ReplyDelete
  7. Berarti indonesia sudah banyak juga ya pariwisatanya yang di kenal dunia... Apakah semuanya sudah dipatenkan ama Unesco ??

    ReplyDelete
  8. Aku dari dulu ingin sekali ke Belitong. Sering kali lihat beberapa unggahan di Instagram kalau Belitong itu tempatnya indah dan eksotis. Mudah-mudahan bisa segera ke sana

    ReplyDelete
  9. Indonesia tuh memang indah banget. Keberadaan berbagai geopark ini adalah salah satu bukti dari keberagaman yang negara kita miliki. Raja Ampat tujuan impian banget sih. Keren artikelnya. Yang gini2 yang harusnya sering di follow up di dunia maya. Jempol!

    ReplyDelete