Sunday, December 29, 2013

Satrie Paduke nye Natuna.

Assalamu'alaikum,
Nah kalau kemarin saya sudah memposting tentang lirik lagu Satrie Paduke yang dinyanyikan oleh Ene dalam album Dendang Melayu Natuna. Sekarang ini postingan saya akan akan bercerita tentang Satrie-satrie Paduke nye Kabupaten Natuna, alias Bupati-bupati Kabupaten Natuna dari awal berdirinya sampai sekarang ini. Merekalah yang memegang tampuk kekuasaan serta mengatur roda pemerintahan negeri Laut Sakti Rantau Bertuah yang kita cintai ini. Siapa saja mereka?

Jooom tengooook.

1. Andi Riva'i Siregar
Andi Rivai Siregar via tanjungpinangpos.co.id
Beliau merupakan Bupati pertama Natuna sejak Kabupaten Natuna terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999 yang disahkan pada tanggal 12 Oktober 1999. Drs. H. Andi Rivai Siregar dilantik menjadi Bupati Natuna oleh Menteri Dalam Negeri ad interm Jenderal TNI Faisal Tanjung di Jakarta. Kalau tak salah saya, beliau ini hanya sebagai Plt saja, karena saat itu Kabupaten Natuna baru terbentuk. Beliau merupakan "pimpinan sementara" kabupaten Natuna sebelum Natuna mengadakan pemilihan Bupati baru. Periode jabatan beliau adalah dari 1999-2001.

2. Hamid Rizal
Hamid Rizal via tanjungpinangpos.co.id

Nah, Bupati selanjutnya adalah beliau ni, namanya Drs. H. Hamid Rizal. Beliau ini adalah bupati pertama Kabupaten Natuna yang terpilih secara resmi oleh suara DPRD Kabupaten Natuna menggantikan Drs. Andi Rivai Siregar. Saat beliau menjabat beliau didampingi oleh Drs. H Izhar Sani sebagai Wakil Bupati. Beliau menjabat selama satu periode penuh (5 tahun) dari 2001 - 2006. Secara sejarah, bapak Abdul Hamid Rizal tidak asing bagi Natuna, lulusan IPDN ini dahulu pernah menjadi Camat Bunguran Timur pada tahun 1980an.

Pada masa kepemimpinan Beliau, dibangun pula Kantor Bupati Natuna yang berlokasi di Bukit Arai. Gedung megah yang berdiri di atas bukit yang merupakan komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Natuna.
Kantor Bupati Natuna via natuna.tv

3. Daeng Rusnadi
Daeng Rusnadi via tanjungpinangpos.co.id
Nah ini dia, orang Ranai siapa yang mengenal beliau, sosok pemimpin yang murah senyum, sangat merakyat. Yup, yang tak lain adalah Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si. Sebelum menjabat bupati, beliau adalah Ketue DPRD Kabupaten Natuna pade mase kepemimpinan Bupati Hamid Rizal. Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si. memenangkan Pilkada Kabupaten Natuna pada tahun 2006 bersama wakilnye Drs H. Raja Amirullah Apt, orang kenal dengan sebutan Daeng-Raja. Mereka berdua adalah "Satrie Paduke" terpilih untuk memimpin "Sang Bidadari" ini hingge tahun 2011. Periode kepemimpinan beliau ini lah yang mempunyai misi "NATUNA MAS 2020", MAS berarti Masyarakat Adil Sejahtera, dengan slogan "NATUNA GERBANG UTARAKU", "Gerakan Membangun Untuk Kesejahteraan Anak Cucuku".
Pade mase kepempinan beliau ni, lanjutan pembangunan mulai banyak dilakukan, salah satu yang tampak adalah Masjid Agung Natuna, yang diresmikan pada taun 2008, bertepatan dengan Natuna menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Kepri ke II. Siapa yang tak tau Masjid Agung yang ikon Kabupaten Natuna ini? Masjid kebanggaan masyarakat Natuna, terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. 

Pada masa kepemimpinan beliau juge banyak pemekaran Kecamatan yang terjadi di Kabupaten Natuna. Pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas berdasarkan UU No 33 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 juga terjadi pada saat beliau memimpin Natuna. "Adik bungsu" dari Kabupaten Natuna ini adalah Kabupaten terkaya di Kepulauan Riau dengan hasil minyak dan gas buminya.

Tak banyak informasi yang saya tahu tentang beliau ni karena kurangnya refrensi yang saya miliki. Yang saye ingat waktu SMA -tahun 2008 kalau tak salah- dulu, pernah ada tentara Singapura ingin mengadakan latihan perang di laut Natuna, beliau secara tegas menolak wacana tersebut, hal ini pun didukung oleh masyarakat Natuna, sehingga diadakan upacara rakyat yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, dari pelajar, hinngga tokoh-tokoh adat. Beliau saat itu menjadi pemimpin upacara, dalam Pernyataan Sikapnya, ditengah-tengah lantang pidatonya, beliau tiba-tiba menangis. Bukan itu saja, beliau juga tak mau berdiri di mimbar Pemimpin Upacara, saat naik keatas mimbar, beliau langsung turun ke lapangan, dan merasakan panasnya cuaca saat itu, sama seperti peserta upacara lainnya. Luar Biasa meeen.!!
Masjid Agung Natuna


4. Raja Amirullah
Raja Amirullah via sosbud.kompasiana.com
Bupati selanjutnye adalah Drs H. Raja Amirullah Apt, sebelumnye beliau adelah Wakil Bupati Natuna bersame pak Daeng Rusnadi. Namun pada tahun 2009, Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si dinon-aktifkan menjadi bupati sebelum habis masa jabatannya karena tersandung masalah hukum (2004) dan digantikan oleh beliau sebagai Plt. Bupati. Kemudian beliau dilantik menjadi Bupati Defenitif pada tahun 2010 – 2011.


5. Ilyas Sabli
Ilyas Sabli via sosbud.kompasiana.com
Ini Bupati Natuna sekarang, nama beliau adelah Drs. Ilyas Sabli, M.Si, beliau bersame pak Imalko dipercayakan sebagai "the next Satrie Paduke of Natuna" setelah memenangkan pemilu pada tahun 2011. Sebelumnye pade mase kepemimpinan pak Daeng dan pak Raja, beliau menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna. Beliau dan pak Imalko akan mempimpin Natuna dari 2011-2016 mendatang. Berikut sekilas tentang biografi beliau yang saya kutip dari situs tetangga.

Beliau adelah putra daerah asli "produk" Natuna, hhe. Lahir di Serasan, 31 Agustus 1960. Selama menjadi bupati, Ilyas mendapat kejutan dari Lembaga adat Melayu (LAM). Baru satu tahun menjabat jadi Bupati Natuna, dia telah berhak menyandang gelar Datok Setia Amanah. Salah satu gelar kebesaran bangsawan Raja Melayu. Rasa senang yang tak terhingga tampak di raut wajah sang pemimpin itu. Hal itu bisa dilihat dari tawa canda sang Bupati saat ritual saklar Penganugerahan gelar hendak dimulai, dengan pakaian adat lengkap, warna kuning keemasan dia duduk bak raja di Gedung Serbaguna Komplek Masjid Agung Natuna.

---------------------

Luar Biase kan Satrie Paduke kite ni.

Yap, siapapun Bupati atau Satrie Paduke kita, kita semua berharap seperti pencipta lagu "Satrie Paduke" yang lah kita bahas sebelumnya, jika Kitabullah dijadikan fatwa, serta adat dan budaya dijadikan busane jiwa, maka makmur negeri, sejahtera, akan segera dirasakan. Hadist pun lah menjamin bahwa Pemimpin yang adil tidak lain akan dapat jaminan dari Allah, yakni surga. Aamiin.




Sumber-sumber.
http://profil.merdeka.com
http://www.natunakab.go.id
http://www.natuna.org

No comments:

Post a Comment